|
Renungan
KECIL DAN BESAR
(Oleh: Fr. Hubert Ghewa, SVD)
|
“Apakah manusia,
sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga
Engkau mengindahkannya?” (Mazmur 8:5)
Bulan Oktober ini kita mau berhenti sebentar dan mau mempelajari
banyak dari paradoks serta kontradiksi yang dihadapi oleh
kita yang mengikuti Yesus Kristus. Sebuah kontras aneh yang
kita hadapi dalam hidup iman kita adalah apa yang manusia
anggap kecil itu oleh Allah dinilainya sebagai sesuatu yang
besar. Dibanding dengan matahari, manusia itu kelihatannya
kecil dan tak berarti. Namun Tuhan memperlihatkan perhatianNya
atas manusia yang kecil dan tak berarti itu. Dan Kasih dan
perhatian Tuhan terhadap manusia kecil ini ternyata sungguh–sungguh
jauh lebih hebat daripada pemeliharaanNya atas matahari yang
bersinar cemerlang. Caranya Tuhan membalikkan nilai-nilai
manusia itu jelas dalam hidupnya Maria. Injil Lukas menamakan
Maria yang paling diberkati antara semua perempuan (Lukas
1:42). Dalam injil Lukas 1:46-55, Bunda Maria menyatakan tentang
kedudukan dirinya yang rendah sebagai seorang hamba Allah,
Juruselamatnya. Walaupun Bunda Maria tinggal di sebuah kota
yang menjadi ejekan oleh para tokoh keagamaan (Yohanes 1:46),
namun kuasa Allah Yang Maha Tinggi mengubah hidupnya itu.
 |
Bunda Maria pun berbicara tentang Allah
yang menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya
dan meninggikan orang-orang yang rendah. Yang kecil menjadi
yang besar, Yang lapar menjadi kenyang, dan yang kaya
dalam kelimpahannya disuruh pergi dengan tangan hampa,
Yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu
akan menjadi yang terakhir. Namun, janganlah hendaknya
kita mencoba untuk menjadi yang terakhir, supaya kita
akan menjadi yang terdahulu. Cara penilaian Allah bukanlah
cara kita. Dalam doa rosario yang kita panjatkan secara
pribadi dan bersama-sama dalam lingkungan Gereja, keluarga
dan persekutuan doa, kita mesti terbuka bagi sumber daya
besar dari kuasa tertinggi. Dengan iman yang sederhana,
bersama Bunda Maria kita diam dalam lindungan Yang Mahakuasa. |
Memang benar, bilamana kita lemah, maka kita kuat sebab kekuatan
Allah menjadi sempurna dalam kelemahan kita. (II Korintus
12:9-10) Marilah berdoa: Ya Tuhan Allah, biarlah kami menjadi
rendah sebagai orang-orang berdosa yang bertobat dan memerlukan
pertolonganMu, supaya kami dapat dijadikan cukup besar untuk
disebut anak-anak-Mu, dan yang senantiasa terpelihara oleh
kehadiranMu. Demi Yesus Kristus, Tuhan kami. AMIN.
Renungan:
A
Testimony
Pesan
Sang Pencipta
Kecil
dan Besar
|
|
|
|
|
mudika
cic newtown - Sydney © 2000-2001
|
|